Aksi pemerasan wartawan gadungan dilaporkan kepsek di Garut – ANTARA News Jawa Barat

Aksi pemerasan wartawan gadungan dilaporkan kepsek di Garut – ANTARA News Jawa Barat

21 views
0

Garut (Antaranews Jabar) – Kepala Sekolah (Kepsek) melaporkan
wartawan gadungan ke polisi dengan tuduhan telah melakukan tindak
pidana pemerasan terhadap puluhan kepsek di Kabupaten Garut, Jawa
Barat, dengan modus akan memberitakan pemotongan dana Program
Indonesia Pintar (PIP).

“Saya sering menerima banyak laporan tentang hal tersebut
(pemerasan), untuk itu kami melaporkannya ke polisi,” kata
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten
Garut, Yusuf Satria saat melaporkan kasus pemerasan wartawan
gadungan di Markas Polsek Garut Kota, Kamis.

Ia menuturkan, wartawan gadungan yang dilaporkan polisi
diketahui sudah mendatangi puluhan sekolah, kebanyakan di
wilayah selatan Kabupaten Garut.

Wartawan gadungan itu, lanjut dia, mendatangi sekolah untuk
menemui kepsek dan melakukan pemerasan dengan ancaman pihak
sekolah telah memotong Program Indonesia Pintar (PIP).

“Wartawan itu menanyakan pemotongan PIP, jumlah sekolah yang
didatangi pelaku mencapai puluhan, kebanyakan dilakukan di
wilayah selatan,” katanya.

Yusuf menyampaikan, aksi wartawan itu terakhir akan memeras
Kepala SMPN 1 Pakenjeng, bahkan memaksa untuk membeli koran
seharga Rp15 ribu sebanyak 200 eksemplar.

Aksi wartawan yang meresahkan kepsek di Garut itu, kata Yusuf,
terpaksa dijebak oleh kepsek untuk bisa dibuktikan secara hukum
hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Rencana menjebak perbuatan wartawan itu, lanjut Yusuf,
dilakukan secara spontan ketika sejumlah kepsek sedang
berkumpul di Jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota dan ada dua
anggota polisi.

“Saat berkumpul oknum wartawan tersebut menelepon dan meminta
Suryana (Kepsek Pakenjeng) untuk bertemu di rumah saya,” kata
Yusuf.

Selanjutnya dua wartawan itu datang, lalu mempertanyakan
kembali masalah PIP dan meminta Kepsek Pakenjeng untuk membeli
200 eksemplar koran.

Kepsek yang menjadi korban pemerasan itu memberi uang Rp2,5
juta kepada wartawan lalu wartawan tersebut berjanji berita
pemotongan dana PIP tidak akan diterbitkan di koran.

“Uang Rp2,5juta itu disebut oknum ini cukup agar berita tentang
pemotongan dana PIP tidak dinaikan dalam koran,” kata Yusuf.

Usai membawa uang tersebut, dua wartawan gadungan langsung
diamankan oleh anggota Polsek Garut Kota, kemudian dibawa ke
polsek untuk menjalani pemeriksaan hukum.

Selanjutnya kepsek yang menjadi korban melaporkan segala tindak
pidana wartawan tersebut untuk diproses sesuai dengan hukum
yang berlaku.

“Keduanya diamankan oleh anggota dan dibawa ke Mapolsek Garut
Kota, kami akan melakukan pelaporan resmi kepada pihak
kepolisian,” katanya.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari kepolisian,
Kepala Polsek Garut Kota belum dapat memberikan keterangan
terkait kasus wartawan gadungan tersebut.
 

Source link

LEAVE A REPLY