Caleg Partai Nasdem Cianjur divonis enam bulan penjara – ANTARA News Jawa Barat

Caleg Partai Nasdem Cianjur divonis enam bulan penjara – ANTARA News Jawa Barat

19 views
0

Cianjur (Antaranews Jabar) – Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa
Barat, menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa percobaan
satu tahun dan denda Rp5 juta, terhadap caleg dari Partai Nasdem
Cianjur berinisial AA.

Vonis yang dibacakan pimpinan sidang, Lusiana Amping, sesuai
dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) enam bulan penjara
dengan satu tahun masa percobaan. Namun denda yang diputuskan
lebih ringan dari tuntutan Rp25 juta.

Setelah mendengar vonis, AA langsung meninggalkan ruang sidang
dan menghindari pewarta yang sudah menunggu sejak siang hingga
sore. AA tidak berkomentar ketika diminta komentar terkait
vonis yang dijatuhkan hakim terhadap dirinya.

Penasihat hukum AA, O Suhendra mengatakan, sebenarnya tim
penasihat dan terdakwa mengharapkan majelis hakim memvonis
bebas AA dari segala tuntutan. Pihaknya meyakini tidak ada
pelanggaran pidana pemilu dari kegiatan yang dilakukan di
sebuah madrasah di Cugenang.

“Pembagian sembako yang dijadikan dasar dijatuhkannya vonis
bukan merupakan pelanggaran pemilu. Apalagi dari keterangan
Ketua KPU Cianjur, Hilman Wahyudi saat menjadi saksi
persidangan, pembagian sembako tidak diatur secara tegas dan
jelas dilarang atau diperbolehkan,” katanya.

Bahkan dalam persidangan sebelumnya, dari 12 saksi hanya satu
orang yang menyebutkan dan mendengar AA menyampaikan program
untuk meningkatkan derajat kaum perempuan.

Karena itu, pihaknya berharap vonis bebas karena tidak ada
bukti kuat atas tuntutan jaksa.

“Tapi kami tetap menghargai putusan hakim. Banding atau tidak,
kami akan berkoordinasi dulu dengan AA dan tim penasihat hukum
lainnya karena masih asa waktu tiga Hari,” katanya.

Sementara Komisioner Bawaslu Cianjur, Tatang mengatakan putusan
hakim tersebut membuktikan bahwa temuan dan pelaporan dari
pihaknya memang terbukti karena yang dilakukan AA merupakan
tindak pidana pemilu.

“Kami ?menunggu sikap dari tim penasihat hukum dan caleg AA
serta dari pihak JPU. Kalau mereka banding, kami akan mengikuti
proses,” katanya.

Yang dilakukan dan terjadi pada caleg AA, kata dia, harus
menjadi pemelajaran bagi caleg lainnya untuk tidak melakukan
apa saja yang dilarang dalam kampanye.

 

Source link

LEAVE A REPLY