• SMS ONAIR : 087770809898
  • PHONE ONAIR : (022) 54413928
Kamis, Februari 5, 2026
98MAYAFM
  • BERANDA
  • PROFIL
  • PROGRAM
  • CREW
  • MARKETING
  • RATE IKLAN
  • KONTAK KAMI
WordPress HTML5 Audio Player
  • BERANDA
  • PROFIL
  • PROGRAM
  • CREW
  • MARKETING
  • RATE IKLAN
  • KONTAK KAMI
No Result
View All Result
98MAYAFM
WordPress HTML5 Audio Player

Dinkes Cianjur segera menjalankan program ORI Jawa Barat

admin by admin
10 Agustus 2018
in MAYAFM NEWS
0
Dinkes Cianjur segera menjalankan program ORI 
Jawa Barat
7
VIEWS

Cianjur (Antaranews jabar) – Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat,
segera menjalankan “outbreak response immunization” (ORI) periode
kedua, untuk difteri.

“Sejumlah wilayah menjadi fokus perhatian karena ada beberapa
lingkungan yang warganya menolak anaknya diberi vaksin terkait
informasi efek samping akibat diberi vaksin,” kata Kepala Seksi
Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Dinkes Cianjur, Asep Helmiono di Cianjur Kamis.

Ia mengatakan, untuk vaksin ORI diberikan dalam waktu tiga
bulan sekali secara bertahap.

“Periode kedua akan diberikan pada Agustus, beberapa hari lalu
ada puskesmas yang sudah menjalankan ada juga yang belum.
Agustus ini sudah selesai untuk periode kedua,” katanya.

Ia menuturkan, dihitung dengan vaksinasi ORI pada Februari,
sudah 70 persen penduudk usia 1-19 tahun yang diberi vaksin
utamanya usia pelajar yang terus ditingkatkan.

Pada periode kedua, tambah dia, vaksin kembali dilakukan dengan
menyisir setiap sekolah yang sudah terbuka untuk melaksanakan
vaksin pada siswanya.

Seperti saat pemberian vaksin MR dan ORI periode pertama,
pihakny akan melaksanakan di setiap sekolah agar lebih efektif.
Mereka yang tidak masuk, dijadwaklkan atau dilakukan di
posyandu dan ke rumah masing-masing.

“Cianjur menjadi salah satu daerah yang didampingi langsung
oleh WHO untuk pelaksanaan vaksin, baik MR ataupun ORI difteri.
Sebanyak 12 kecamatan masuk dalam pengawasan utama karena ada
beberapa hambatan,” katanya.

Pada beberapa wilayah tersebut, masih banyak halangan seperti
penolakan secara personal ataupun kelompok karena adanya isu
tentang efek samping ataupun alasan lainnya menjadi hambatan.

“Harapan kami periode kedua pelaksanaan vaksin di Cianjur terus
berjalan maksimal seperti vaksin MR di tahun lalu yang bisa
mencapai 97 persen dari target,” katanya.

Source link

Previous Post

PVMBG: Lombok masuk wilayah rawan gempa Barat

Next Post

Jalan akses Pelabuhan Patimban segera dibangun Jawa Barat

Next Post
Jalan akses Pelabuhan Patimban segera dibangun 
Jawa Barat

Jalan akses Pelabuhan Patimban segera dibangun Jawa Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Tim Dosen dan Mahasiswa Informatika Digitalisasi SMA Medina Bandung melalui Website Profil Sekolah
BERITA UTAMA

Tim Dosen dan Mahasiswa Informatika Digitalisasi SMA Medina Bandung melalui Website Profil Sekolah

by admin
19 Januari 2026
0

Dalam upaya mendukung transformasi digital di sektor pendidikan, tim dari Fakultas Informatika, Universitas Telkom Bandung, sukses melaksanakan program Pengabdian Masyarakat...

Read more
Mahasiswa Universitas Telkom Laksanakan Pengabdian Masyarakat Bersama Familia Kreativa

Mahasiswa Universitas Telkom Laksanakan Pengabdian Masyarakat Bersama Familia Kreativa

3 Juni 2025
PROMO JUMBO CASH BACK  DEPSTORE Summarecon Mall Bandung

PROMO JUMBO CASH BACK DEPSTORE Summarecon Mall Bandung

3 Juni 2025

Kolaborasi APINDO Jabar dan Forkopimda Garut Wujudkan Iklim Usaha Bebas Premanisme

27 Mei 2025

Menenun Masa Depan Energi Lewat Jejak Digital: SEI dan Tiga Penghargaan Dalam Seminggu

26 Mei 2025
  • BERANDA
  • PROFIL
  • PROGRAM
  • CREW
  • MARKETING
  • RATE IKLAN
  • KONTAK KAMI

© 2021 Maya Radio - Berani BEda Berani Gaya Derr Akh!!!Maya FM.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PROFIL
  • PROGRAM
  • CREW
  • MARKETING
  • RATE IKLAN
  • KONTAK KAMI

© 2021 Maya Radio - Berani BEda Berani Gaya Derr Akh!!!Maya FM.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00